Tangis itu
Mengiang dikepalaku
Terus hantui otakku
Tak pernah bisa kupahami inui
Saat kau beanjak pergi. Tinggalkan dia
Sungguh..
Tangisnya menyayat hatiku.
Phabila kuingat senyumnya dulu
lepaskan pelukanmu padaku
langkahkan kakimu! Datanglah padanya
Kutahu..
cintamu bercabang dua
Dimana dia yang sangat mencintai tak kau cintai
tapi disini kau mencintai orang yang tak mencintaimu
Tampilkan postingan dengan label secarik puisi amatiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label secarik puisi amatiran. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Agustus 2012
Kamis, 10 Mei 2012
Sang Bintang Pendidikan
Keringat mengucur deras
Basahi rambut yang kian memutih
Warnai diri yang semakin senja
Berikan setitik ilmu
Tuk songsong masa depan
Walau terkadang sia-sia
Bagai menggali lubang diatas batu
Sulit memang
Tapi...
Tak pernah sedikitpun
Tersirat rasa tuk lari dari kewajibannya
Memang sangat pilu
Tapi itulah kehidupan mereka
"Sang Bintang Pendidikan"
buat Para Guruku yang telah mengajariku banyak hal
Basahi rambut yang kian memutih
Warnai diri yang semakin senja
Berikan setitik ilmu
Tuk songsong masa depan
Walau terkadang sia-sia
Bagai menggali lubang diatas batu
Sulit memang
Tapi...
Tak pernah sedikitpun
Tersirat rasa tuk lari dari kewajibannya
Memang sangat pilu
Tapi itulah kehidupan mereka
"Sang Bintang Pendidikan"
buat Para Guruku yang telah mengajariku banyak hal
Langganan:
Postingan (Atom)